Kreativitas dalam Group
Menurut Clark Moustakis (1967),
ahli psikologi humanistic menyatakan bahwa kreativitas adalah
pengalaman mengekspresikan dan mengaktualisasikan identitas individu
dalam bentuk terpadu dalam hubungan dengan diri sendiri, dengan alam,
dan dengan orang lain.
Menurut Rhodes,
umumnya kreativitas didefinisikan sebagai Person, Process, Press,
Product. Keempat P ini saling berkaitan, yaitu Pribadi (Person) kreatif
yang melibatkan diri dalam proses (Process) kreatif, dan dengan dorongan
dan dukungan (Press) dari lingkungan, menghasilkan produk (Product)
kreatif.
Menurut Hulbeck (1945),
“ Creative action is an imposing of one’s own whole personality on the
environment in an unique and characteristic way”. Dimana tindakan
kreatif muncul dari keunikan keseluruhan kepribadian dalam interaksi
dengan lingkungannya.
Menurut Sternberg (1988),
kreativitas merupakan titik pertemuan yang khas antara tiga atribut
psikologis, yaitu intelegensi, gaya kognitif, dan kepribadian/motivasi.
Menurut Baron (1969) yang menyatakan kreativitas adalah kemampuan untuk menghasilkan atau menciptakan sesuatu yang baru.
Menurut Haefele (1962), kreativitas adalah kemampuan untuk membuat kombinasi-kombinasi baru yang mempunyai makna social.
Menurut Torrance (1988),
kreativitas adalah proses merasakan dan mengamati adanya masalah,
membuat dugaan tentang kekurangan (masalah) ini, menilai dan menguji
dugaan atau hipotesis, kemudian mengubah dan mengujinya lagi, dan
akhirnya menyampaikan hasil-hasilnya.